Baca : Lukas 1:5-25
Merenungkan cerita dimana Maria akan menjadi ibu dari Tuhan Yesus, muncul sebuah pemikiran, pernah tidak ya, Maria bergumul apakah dia akan menjadi ibu yang baik?. I do not know about you, tetapi saya bergumul dengan hal itu. “ Will I be a good parent?” Can I be a good father? Can I be a good mother?
Berkaca dari pengalaman saya (hasil studi dan praktek sebagai praktisi) saya bertemu dengan ratusan orang tua yang bergumul dengan pertanyaan ini, bahkan sering kali statement “ saya bukan orang tua yang baik” itu muncul.
Ketika saya menemukan dan merenungkan ayat ini
Ayat 30 – Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Arti kata “kasih karunia” dari bahasa aslinya yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris adalah: “the spiritual condition of one governed by the power of divine grace, of the merciful kindness by which God, strengthens, increases them in Christian faith, pleasure, delight, sweetness, and rewards.
Yang jika disimpulkan dalam bahasa sederhana adalah anugerah dari Tuhan, yang berlimpah kasih, kekuatan iman yang terus bertambah memberikan sukacita yang membara.
Jadi kata kasih karunia yang dikatakan malaikat kepada Maria adalah anugerah. Jika kita berbicara anugerah (grace) maka kita tidak bisa lepas dari kata mercy atau pengampunan. Grace dan Mercy adalah seperti uang logam dengan dua sisi.
Grace : God gives you what you don’t deserve. Mercy : God does not give you what you do deserve.
Grace (anugerah) adalah Tuhan memberikan hal yang kamu tidak layak terima dan mercy (pengampunan) Tuhan tidak memberikan apa yang seharusnya kita terima. Should we be joyful?
Dalam konteks Maria menjadi orang tua Tuhan Yesus, ia mewakili kita menjadi orang tua bagi setiap anak yang diberikan Tuhan. Saya percaya apa yang terjadi pada Maria juga terjadi pada kita, sebab kita adalah orang benar yang percaya kepada Tuhan.
Jika Tuhan memanggil kita menjadi orang tua, Tuhan juga akan memberikan anugerah kepada kita. Tuhan tahu kapasitas kita. Tuhan memahami luar dan dalamnya kita, tidak ada satupun bagian yang tersembunyi dari kita yang tidak diketahui Tuhan.
Sewaktu saya kecil sampai remaja, saya adalah korban bully dari lingkungan. Saya dikerjain, dipukul, barang pribadi saya dirampas, dilabel dan dipermalukan baik oleh teman dan guru sekolah. Semua itu berdampak kepada kualitas parenting saya. Puji Tuhan saya mengalami breakthrough. Semua karena anugerah Tuhan.
Tuhan tahu betul luka masa lalu kita, kelemahan kepribadian, ketakutan, pengalaman buruk, trauma, kebiasaan buruk, dosa, unmet desires, wild thoughts and motivation dari diri kita dll. Jika saja kita berani mengatakan seperti Maria (ayat 38) “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Tuhan akan berproses bersama kita menjadikan kita pribadi yang berdampak bagi dunia.
Dalam bukunya “Parenting: 14 Gospel Principles That Can Radically Change Your Life”, Paul David Tripp mengatakan “God never calls you to a task without giving you what you need to do it, He never sends you without going with you.” selanjutnya Tripp membagikan tiga jenis grace dalam konsep waktu:
- Past Grace: Anugerah dan pengampunan akan masa lalu kita. Tuhan menebus dosa kita, Dia melupakan kesalahan kita dan memberikan kita kemerdekaan atas segala penghakiman masa lalu. Sebagai orang tua yang ada didalam Tuhan, kita merdeka! Kita tidak dipenjara oleh masa lalu kita.
- Future grace: Tuhan juga memberikan anugerah untuk masa depan kita. Dia sudah ada disana. Masa depan kita sebagai orang tua ada ditangan Tuhan.
- Present grace: Seringkali orang tua melupakan bahwa dalam tantangan kita sebagai orang tua hari ini, Tuhan tetap memberikan anugerah-Nya kepada kita. Dia hadir dalam setiap momen sukacita dan kebanggaan kita sebagai orang tua, serta dalam setiap kesulitan, kekecewaan, rasa marah, kesedihan, kebingungan, dan keputusasaan yang kita alami. Dia hadir saat kita mengambil nafas panjang, dia hadir saat kita menangis dalam doa kita. Dia hadir saat rasanya kita ingin menyerah.
Sebagai orang tua, Anugerah Tuhan bekerja secara nyata dalam setiap detik hidup kita. Mungkin kita tidak percaya diri namun Tuhan memilih kita. Mungkin kita merasa sendiri namun Tuhan ada disamping kita. Anugerah Tuhan mengejar setiap langkah kita.
This grace reaches you in your darkest parenting moments. Anugerah Tuhan mengerti setiap ketidakmampuanmu. Anugerah Tuhan menjamahmu saat engkau kehabisan akal. Anugerah yang sama hadir dalam setiap penyesalanmu. Anugerah Tuhan adalah milikmu saat engkau berjalan dalam “lembah kelam”
Saat anak-anak mungkin tidak bisa diatur dan memberontak. Saat kamu menyadari bahwa anakmu berbeda dari yang lain. Saat kamu menerima diagnosis anakmu memiliki kebutuhan khusus. Saat mereka tidak sesuai dengan harapanmu. Saat mereka melakukan kesalahan, bahkan berdosa. Saat mereka mengatakan bahwa mereka tidak ingin pergi ke gereja dan tidak percaya kepada Tuhan.
Saat anak-anakmu membuatmu marah, berbohong, dan membuatmu merasa putus asa. Saat kamu dipanggil ke sekolah dan prestasi anakmu tidak membanggakanmu. Saat mereka melawan dan tidak menghormatimu.
Saat anak-anakmu susah dibangunkan untuk sekolah. Saat mereka melalaikan tugas, boros, dan makan makanan yang tidak sehat. Saat mereka lebih memilih berada bersama teman-teman daripada bersamamu. Saat anak-anak mengkritik orang tuanya sebagai payah, “cupu”, dan kolot.
Anugerah Tuhan tetap milikmu!
Anugerah adalah hadiah dari Tuhan. It’s a gift from God.
Pertanyaannya, apakah kita akan benar benar mengalaminya? Belum tentu!
Layaknya hadiah yang kita terima, kita perlu menerima, membuka dan menikmatinya. Ada banyak hadiah dari Tuhan yang kita taruh begitu saja di “gudang”.
Tuhan memberikan anugerah kepada Maria, sebuah panggilan luar biasa untuk menjadi ibu bagi sang Juru selamat. Maria menyambutnya dengan tanggung jawab (responsibility). Dia merespon dengan baik (response-ability).
Lukas 1:39 “Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda”
Adalah tindakan tanggung jawab Maria untuk mendapatkan anugerah Tuhan.
Banyak orang tua Kristen, tidak menyadari akan hal ini. Mungkin mereka tahu bahwa Tuhan memberikan anugerah tanpa mengambil tanggung jawab sama saja dengan mengabaikan anugerah itu.
So, will I and you be good parents? Jawabannya sangat bergantung kepada bagaimana kita mau mengambil tanggung jawab kita atas anugerah yang Tuhan berikan.
Pertanyaan untuk direnungkan:
- Sebagai orang tua, apa yang kamu sadari tentang anugerah dalam hidupmu?
- Bagaimana responmu dalam mengambil tanggung jawab?
- Sudahkah kamu menikmati anugerah Tuhan secara maksimal, jika tidak. Apa keputusanmu?